Selasa, 01 Februari 2011

Sudut Dwell

Sudut Dwell

Penegertian sudut dwell mengacu pada sudut pemutaran distributor
selama kontak point tetutup. Sudut dwell harus diatur dengan benar
sesuai spesifikasi pabrik, kalau tidak kerja sistem akan terganggu.

Jika sudut dwell terlalu kecil (celah kontak point telalu besar)
koil pengapian mungkin tidak mendapat cukup waktu untuk membangkitkan
medan magnit, yang akan menghasilkan tegangan sekunder yang lemah.


Jika sudut dwell terlalu besar (celah kontak point terlalu kecil)
tegangan induksi primer akan melompat diantara celah kontak point,
bukannya mengisi kapasitor, colabsenya medan magnet pada koil menjadi
lambat yang akan mengakibatkan tegangan sekunder menjadi rendah.

Keausan poros distributor atau mekanisme advancer dapat
diidentifikasikan dengan cara menaikkan putaran mesin atau memberikan
kevakuman yang berbeda pada unit vakum dan mencatat variasi sudut
dwell yang terbaca. Distributor yang memiliki perbedaan lebih dari
dua derajat perlu diperbaiki.

Info 0tomotif: RANGKAIAN LAMPU KEPALA

Info 0tomotif: RANGKAIAN LAMPU KEPALA

Info 0tomotif: ACCU

Info 0tomotif: ACCU

ACCU

Accu (aki) mobil ataupun motor yang paling banyak digunakan adalah jenis accu basah. Accu basah yang dimaksud adalah Lead Acid Battery. Paling tidak sebulan sekali kita perlu melihat ketinggian air accu yang bisa dilihat dari body samping accu tersebut. Jangan sampai berada di bawah Level Minimumnya karena akan merusak sel accu itu sendiri. Umur pakai accu jenis ini berkisar sekitar 1.5-2.5 tahun tergantung kondisi mobil/motor yang menggunakannya.

SISTEM PENGISISAN

SISTEM PENGISIAN

Sistem kelistrikan pada mobil selain sistem pengapian dan sistem starter adalah sistem pengisian. Sistem ini merupakan sistem yang mempunyai fungsi menyediakan atau menghasilkan arus listrik yang nantinya dimanfaatkan oleh komponen kelistrikan pada kendaraan dan sekaligus mengisi ulang arus pada baterai.

Rabu, 09 Juni 2010

SISTEM SUSPENSI

SISTEM SUSPENSI

Sistem Suspensi terletak diantara body kendaraan dan oda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenikmatan dan stabilitas berkendara serta memperbaiki kemampuan traksi/cengkram roda trhadap jalan.
Pada umumnya Suspensi dapat digolongkan menjadi Suspensi tipe rigid ( rigid axle suspension) dan tipe bebas ( independent suspension).
Fungsi Suspensi :
a. Menyerap getaran, oskilasi dan kejutan dari permuakaan jalan. Hal ini untuk melindungi penaumpang dan barang agar amamn serta menambah kenyamanan dan stabilitas.
b. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda.
c. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
Komponen Utama Suspensi :

A. Pegas
1. Coil Spring : Terbuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral



2. Leaf Spring : Terbuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur

3. Torsion Bar Spring : Terbuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.






B. Shock Absorber
Fungsi : Meredam Oskilasi yang terjadidari gerak pegas terhadap permuakaan jalan.

Cara Kerja :
Didalam shock absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber. Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan oleh adanya tahanan aliran minyak karena melalui orifice ( lubang kecil) pada waktu piston bergerak

Tipe Shock Absorber :
Dapat digolongkan menurut cara kerja, konstruksi, dan medium kerjanya.
1. Menurut cara kerjanya
(1). Shock absorber kerja tunggal ( single action)
Efek meredam hanya terjadi pada waktu shock absorber berekspansi. Sebaliknya pada saat kompresi tidak terjdi efek meredam.

(2). Shock Absorbe kerja ganda (Double action)
Baik saat ekspansi maupun kompresi absorber selalu bekerja meredam. Umumnya kendaraan sekarng menggunakan tipe ini.

2. Menurut Konstruksi
(1). Shock absorber tipe twin tube
Didalam shock absorber tipe ini terdapat pressure tube dan outer tube yang membatasi working chamber (silinder dalam) dan reservoir chamber (silinder luar).

(2). Shock absorber tipe mono-tube
Didalam shock absorber hanya terdpat satu silinder (atau tanpa reservoir).

3. Penggolongan menurut medium kerjanya.
(1). Shock absorber tipe hidrolis
Didalamnya hanya terdpat minyak shock absorber sebagi medium kerja.
(2). Shock absorber berisi gas
Ini adalah absorber hidrolis yang diisi dengan gas. Gas yang biasanya digunakan adalh nitrogen yang dijaga pada temperature rendah 10-15 kg/cm¬¬2 atau temperature tinggi 20-30 kg/cm2.


C. BALL JOINT
Ball joint berfungsi sebagai penerima beban vertical maupun lateral. Disamping itu juga berfungsi sebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok.







Uper Ball Joint ;



Lower Ball Joint ;

penerimaan siswa baru smk karnas

UNTUK ALUMNI/LULUSAN SMP/MTS KAMI TUNGGU KALIAN DI SMK KAYA NASIONAL KUNINGAN
PROGRAM YANG DI TAWRAKAN :

1. TEKNIK KENDARAAN RINGAN (OTOMOTIF)
2. TEKNIK SEPEDA MOTO
3. TEKNI AUDIO VIDEO
4. TEKNIK KOMPUTER JRINGAN
5. AKUNTANSI

SEGERA HUBUNGU PANITIA PSB KAMI DI :


SMK KARYA NASIONAL KUNINGAN

JALAN CIRENDANG CIGUGUR-KUNINGAN
TLP : 022 871404


KAMI TUNGGU ANDA UNTUK MERAIH IMPIAN ANDA.........

Jumat, 04 Desember 2009

SISTEM REM

Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan
dapat memparkir kendaraan di tempat yang menurun.



sistem rem hidrolik,
dasar kerja pengereman
Rem bekerja dengan dasar
pemanfaatan gaya gesek

Tanaga gerak putaran
roda diubah oleh proses gesekan menjadi tenaga panas dan tenaga panas itu segera dibuang ke udara luar.
Pengereman pada roda dilakukan dengan cara menekan
sepatu rem yang tidak berputar
terhadap tromol (brake drum)
yang berputar bersama roda sehingga menghasilkan gesekan

Tenaga gerak kendaraan akan dilawan oleh tenaga
gesek ini sehingga kendaraan dapat berhenti.
Macam-macam rem
Menurut penggunaannya rem mobil dapat dikelompokkan segai berikut :
a)Rem kaki, digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan. Menurut mekanismenya rem kaki dibedakan lagi menjadi :
Rem hidrolik
Rem pneumatik
b) Rem parkir digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
c) Rem pembantu, digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang
digunakan pada truk dan kendaraan berat.

Rem hidrolik
Rem hidrolik paling banyak digunakan pada mobil-mobil penumpang dan truk ringan. Mekanisme kerja dan bagian-bagian dari rem ini

Ini merupakan penggambaran secara
sederhana dari yang ditunjukkan pada gambar

Master silinder

Master silinder berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik minyak rem untuk menggerakkan sepatu rem (pada model rem tromol) atau menekan pada rem (pada model rem piringan).

Cara kerja master silinder
Bila pedal rem ditekan, batang piston akan mengatasi tekanan
pegas pembalik (return piston) dan piston digerakkan ke depan. Pada
waktu piston cup berada di ujung torak, compresating port akan
tertutup. Bila piston maju lebih jauh lagi, tekanan minyak rem di dalam silinder akan bertambah dan mengatasi tegangan pegas outlet
untuk membuka katup

Bila pedal rem dibebaskan, maka piston akan mundur ke
belakang pada posisinya semula (sedikit di dekat inlet port) karena
adanya desakan pegas pembalik. Dalam waktu yang bersamaan katup
outlet tertutup. Ketika piston kembali, piston cup mengerut dan
mungkinkan minyak rem yang ada "di sekeliling piston cup dapat
mengalir dengan cepat di sekeliling bagian luar cup masuk ke sillnder,
hingga silinder selalu terisi penuh oleh minyak rem. Sementara itu
tegangan pegas-pegas sepatu rem atau pad rem pada roda bekerja
membalikan tekanan pada minyak rem yang berada pada pipa-pipa
untuk masuk kembali ke master silinder


Boster rem

Boster rem termasuk alat tambahan pada sistem rem yang berfungsi melipatgandakan tenaga penekanan pedal. Rem yang dilengkapi dengan boster rem disebut rem servo (servo brake).


Boster rem ada yang dipasang menjadi satu dengan master silinder, tetapi ada
juga yang dipasang terpisah.

memperlihatkan salah satu model boster rem yang menggunakan kevacuman mesin untuk menambah tekanan hidrolik.

Cara kerja boster rem
Bila pedal rem ditekan maka tekanan silinder hidrolik membuka
sebuah katup, sehingga bagian belakang piston mengarah ke luar.
Adanya perbedaan tekan antara bagian depan dan belakang piston
mengaklbatkan torak terdorong ke dapan

Bagian depan piston yang menghasilkan tekanan yang tinggi ini dihubungkan
dengan torak pada master silinder.
Bila pedal dibebaskan, katup udara akan menutup dan berhubungan lagi dengan intake manifold. Dengan terjadinya kevacum yang sama pada kedua sisi piston, tegangan pegas pembalik mendesak piston ke posisi semula.

Katup pengimbang
Bila mobil mendadak direm maka sebagian besar kendaraan bertumpu pada roda depan. Oleh karena itu, pengereman roda depan harus Iebih besar karena beban di depan lebih besar daripada di belakang
Dengan alasan tersebut diperlukan alat pembagi tenaga pengereman yang disebut katup pengimbang (katup proporsional).
Alat ini bekerja secara otomatis menurunkan tekanan hidrolik pada silinder
roda belakang, dengan demikian daya pengereman roda belakang lebih
kecil daripada daya pengereman roda depan.