Tampilkan postingan dengan label TEGANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEGANGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2011

VOLT METER

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan diantara dua titik pada rangkaian. Voltmeter harus dihibungkan pada 2 titik dan tidak disisipkan kedalam rangkain seperti halnya amperemeter, untuk mengukur tegangan kita perlu memotong kawat rangkaian untuk membuat hubungan keterminal voltmeter, tetapi cukup menggunakan arus kabel yang dihubungkan kedua titik pada rangkain (titik A dan B) dengan kedua terminal voltmeter.
Voltmeter disusun dari sebuah galvanometer dan satu atau lebih resistor seri. Biasanya tegangan skala tinggi pada galvanometer dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang besar sebuah resistor haruslah dipasang secara seri dengan galvanometer dengan demikian, kelebihan tegangan akan diberikan pada resistor seri

Rs = (n-1) R n = V/VG
Ket : Rs = rangkaian resistor seri
R = rangkaian galvanometer
V = tegangan skala penuh voltmeter
VG = tegangan skala penuh galvanometer

Amperemeter

Amperemeter adalah

Kamis, 07 April 2011

KOIL INDUKTOR PENGAPIAN

Dalam sebuah koil pengapian terdapat dua buah gulungan pada sebuah inti besi. Satu gulungan yang berada di sisi luar merupakan gulungan primer, dan satu lilitan lagi yang jauh lebih kecil diameternya dan lebih banyak jumlahnya berada pada sisi dalam dan dinamakan lilitan sekunder. Rasio jumlah lilitan primer dan sekunder pada umumnya 1:100.



Koil dirancang untuk dialiri tegangan 12 volt pada gulungan primernya. Saat arus mengalir akan terjadi medan magnet yang kuat (digandakan oleh iti besi) yang juga akan mengelilingi gulungan sekunder. Koil selanjutnya akan menyimpan medan magnet yang besar (flux). Ketika arus yang mengalir pada gulungan primer diputuskan, maka flux atau medan magnet yang berada didalam koil akan kolaps dan mengakibatkan arus "back EMF (electro motive force)" pada gulungan primer dengan tegangan 200-300 volts.

Ketika koil mengalami kolaps, perubahan medan magnetik yang cepat ini juga ditransfer ke gulungan sekunder dalam bentuk arus listrik. Karena gulungan sekunder jumlahnya 100 kali lilitan primer, maka pada saat terjadi back EMF, tegangan pada gulungan sekunder sama dengan 200-300 volt dikalikan dengan 100, yaitu 20.000 – 30.000 volt.


Tegangan tinggi ini tentu saja akan