A. Evaporator
Bentuk dan konstruksi evaporator tidak berbeda dari kondensor, tapi fungsi kedua – duanya berlainan.
Pada kondensor panas zat pendingin harus dikeluarkan, agar terjadi perubahan bentuk zat pendingin dari gas ke cair.
Prinsip ini berlaku sebaliknya pada evaporator , zat pendingin cair dari kondensor harus dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator, dengan demikian evaporator harus menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat berlangsung dengan sempurna, pipa – pipa evaporator juga diperluas permukaannya dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan kipas listrik (blower), supaya udara dingin juga dapat dihembus ke dalam ruangan.
Pada rumah evaporator bagian bawah dibuat
Tampilkan postingan dengan label air conditioner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air conditioner. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Mei 2011
Kamis, 26 Mei 2011
CARA KERJA AIR CONDITIONER/AC
Pada percobaan telah dibuktikan, air dan bensin yang diturunkan tekanannya akan lebih cepat menguap.
Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat menguap, dibanding di atas permukaan laut dengan tekanan 1 atmosfir, karena diatas gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 atmosfir.

Apabila jari kita diberi bensin seperti pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari terasa dingin.
Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat menguap, dibanding di atas permukaan laut dengan tekanan 1 atmosfir, karena diatas gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 atmosfir.
Apabila jari kita diberi bensin seperti pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari terasa dingin.
Label:
AC,
air conditioner,
carakerja AC
KOPLING MAGNET, KONDENSOR DAN FILTER.
A. Kopling magnet
Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli

1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8. Baterai
Bila sakelar dihubungkan,
Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli
1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8. Baterai
Bila sakelar dihubungkan,
Label:
AC,
air conditioner,
kondensor,
Kopling magnet,
tabung freon.
A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor clip_image002 Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator. Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT) yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja. Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur oleh sakelar kontrol temperatur. B. Rangkaian pada evaporator Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut : Motor blower dan pengatur putaran Termostat C. Motor blower & pengatur putaran rem1 D. Termostat rem1 clip_image002[6] Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya. Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas. Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama unit kontrol sistem AC. E. Sistem kontrol ( Pengaman ) Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam instalasi sistem AC. Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat pendingin terlalu rendah. Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di hindari. 1. Pengontrol tekanan tinggi 2. Pengontrol tekanan rendah 3. Pengontrol temperatur Pengontrol tekanan tinggi clip_image002[8] Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja. Pengontrol tekanan rendah clip_image002[10] Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas. Pengontrol temperatur Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin. Rangkaian sistem kontrol : clip_image002[12] rem1 F. Rangkaian lengkap clip_image002[14] Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering dipakai 2 atau 1 saja Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet dan kipas kondensor terputus. Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC hidup. Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling magnet pada waktu putaran idle. rem1
A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor
Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut :
C. Motor blower & pengatur putaran
D. Termostat
![clip_image002[6] clip_image002[6]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uN-CAPeC2NXGoNJB___0k38URtPWJd_ky3R9TjDwKlhJtVsDpRlslDGxKxPm5pj3Acp24cd9QpVaF9ZzG-KvtuOK8WY7IIxmvp4rdx-UVNm6f3pEbGiIm9uaIpQG-TkjO1jaXlhULb=s0-d)
Pengontrol tekanan tinggi
![clip_image002[8] clip_image002[8]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uG_5RMUaccCCqfD6fwf1Pb7Z0iuE2cJfJvkFbbUcRVNSKgRNVsdrXQ5RnALLecSmZoXxZi-pVsO2H71tC8yKqqz8xQ8u2wrbXWR_EA9lozwKyq-nJtC5OZr7KFRI385TzDu8IbVp7iDA=s0-d)
Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja.
Pengontrol tekanan rendah
![clip_image002[10] clip_image002[10]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_umEgVxvCforyiMJvlPXVkG5--j3dpcNq5NEXMW52f1nuy7deR3W2wMqoPUnvub0y1pIAsbxALFp-gPPpOzEjQxMqWBC1hLuAOLNnns6n8PikqRCWYMvBMzUyWJlVajNgI0GGoWTUQ3KQ=s0-d)
Pengontrol temperatur
Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.
Rangkaian sistem kontrol :
![clip_image002[12] clip_image002[12]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tHTR6H6yhngbzUjXd1ZEKq3H5nre5NRFm1V5vJCz2mrc1WOUAz8UpLXC9MN7tvYrQGAvlob8lODjDVF18bF0IOHnCdZFfLmimPq6XSeG3vqhGTXprQ8cnIxCsYuK3zJostxT74XMltLzU=s0-d)
F. Rangkaian lengkap
![clip_image002[14] clip_image002[14]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uM-uNK6Elp0nU9d6MKQsSos5yBX-nwGGybqGWi4VWxPrRi0Zcf8qT5gcM_T1NjaojTgRfjkf_kTkWp1Q8H2E9Yipd9gOrbC1lnRETXta5M1LYeGooXLKqx_vLm8SWF1j2GiikWNNkIhg=s0-d)
Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator.
Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT) yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja.
Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur oleh sakelar kontrol temperatur.
B. Rangkaian pada evaporatorInstalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut :
- Motor blower dan pengatur putaran
- Termostat
C. Motor blower & pengatur putaran
D. Termostat
Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya.
Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas.
Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama unit kontrol sistem AC.
E. Sistem kontrol ( Pengaman )
Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam instalasi sistem AC.
Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat pendingin terlalu rendah.
Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di hindari.
1. Pengontrol tekanan tinggi
2. Pengontrol tekanan rendah
3. Pengontrol temperaturPengontrol tekanan tinggi
Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja.
Pengontrol tekanan rendah
Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas.
Pengontrol temperatur
Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.
Rangkaian sistem kontrol :
F. Rangkaian lengkap
Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering dipakai 2 atau 1 saja
Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet dan kipas kondensor terputus.
Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC hidup.
Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling magnet pada waktu putaran idle.
Label:
AC,
air conditioner,
kelistrikan.,
rangkaian AC
Langganan:
Postingan (Atom)