Jumat, 27 Mei 2011

Rangka/Frame

Rangka
Rangka merupakan bagian kendaraan yang berfungsi sebagai pondasi kendaraan yang menyangga komponen – komponen seperti motor, chasis dan pemindah tenaga, serta body

Sifat – sifat secara umum :
  • Konstruksi sederhana
  • Dapat dipakai universal / bak penumpang bebas
  • Kuat menahan beban berat
  • Kuat menahan beban lengkung dan puntir
  • Kurang aman untuk penumpang jika terjadi tabrakan
Penggunaan :

Transmisi/presneleng

1. Transmisi Dua Poros

Kedudukan gigi
• Poros input ? Roda-roda gigi tetap ( permanen )
• Poros output ? Roda-roda gigi terhubung dan dapat digeser
Sistem kerja
Roda gigi geser menghubungkan posisi gigi ( 1-3 dan mundur / R )
Penggunaan : Pada sepeda motor dan kendaraan dengan penggerak roda depan.
2. Transmisi Tiga Poros

Kedudukan gigi
• Poros input ? Satu roda gigi tetap sebagai penggerak
• Poros Bantu ? Roda-roda gigi ( tetap permanen )
• Poros ouput ? Roda-roda gigi terhubung dapat digeser
Sistem kerja : Gigi geser pada poros output mengatur posisi gigi ( 1 – 3 dan mundur / R )
Penggunaan: Pada kendaraan dengan penggerak standart
3. Poros Pada Transmisi Tiga Poros


SISTEM PEMINDAH TENAGA/power train

Poros Penggerak
1. Poros Propeler

Penggunaan : Pada kendaraan penggerak roda belakang dengan motor di depan
arah memanjang (konstruksi standard)
Konstruksi :

Gigi Kemudi Jenis Bola Sirkulasi/Recirculating ball

Gigi Kemudi Jenis Bola Sirkulasi

Cara kerja :
Perubahan gesek -- Gerak putar baut kemudi ( Roda kemudi ) gerak lurus
( memanjang ) mur kemudi – gerak ayunan lengan pitman ( melalui sektor )
Konstruksi Dan Nama - Nama Bagian

Steering lingkage/Sambungan Kemudi & Sudut Belok

Sambungan Kemudi
Sambungan kemudi pada gigi kemudi jenis bola sirkulasi atau pada gigi kemudi model cacing dan rol

Nama-nama bagian
1.    Lengan pitman                                                   5. Lengan penghubung
2.    Lengan knockle                                                 6. Gigi kemudi
3.    Tie rod                                                                  7. Sambungan bola
4.    Lengan idler                                                       8. Mur dan pengunci sambungan bola
Keuntungan  :
  • Getaran dapat diredam dan mampu mengimbangi kerja suspensi
  • Lebih ringan
Kerugian  :
  • Rumit
  • Mahal
Bentuk Sambungan Kemudi Pada Gigi Kemudi Jenis Rak Dan Pinion

Keterangan gambar  :

Pengaman sistem kemudi

Pengaman Pada Sistem Kemudi
Sistem kemudi jenis biasa

Sistem kemudi ini tidak mempunyai elemen pengaman sehingga bila terjadi kecelakaan, tidak aman bagi penumpang

Perhatikan perubahan batang kemudi yang membentur badan pengemudi, walaupun pada kursi ada kelenturan ( pengaman ).
Pada mobilmobil tertentu dilengkapi sistem pengaman kemudi, biasanya pada batang kemudi

Tes Pengaman Sistem Kemudi

Sistem kemudi

Fungsi Sistem Kemudi
Sistem kemudi pada kendaraan berfungsi untuk : Merubah arah gerak kendaraan melalui roda depan, dengan cara memutar roda kemudi.
1.      Bagian – bagian sistem kemudi


2.      Sistem Kemudi Rak Dan Pinion

Penggunaan
Digunakan pada mobilmobil ringan
Keuntungan
Konstruksi sederhana
Kerugian
Ratio terbatas
3.     Sistem Kemudi Dengan Penguat Tenaga Kemudi ( Power  Steering )


1.         Reservoir
2.         Unit pompa
3.         Pipa pendingin
4.         Unit pengatur sirkit aliran minyak
5.         Rumah gigi kemudi
6.   Saluran pembagi


Gigi Kemudi Jenis Cacing Dan Rol

Kemudi Jenis Cacing Dan Rol


Cara kerja :
Gerak putar roda kemudi dirubah menjadi gerak ayun pada lengan pitman dan, melalui roda gigi cacing rol
Konstruksi Dan Nama – Nama Bagian Roda Gigi Cacing Dan Rol

Keterangan :
1.         Bantalan baut                                                 6. Gigi cacing
2.         Bantalan                                                          7. Rol
3.         Bantalan                                                          8. Bantalan
4.         Tutup                                                                9. Bantalan
5.         Tuas rol                                                                        10.Sil
2.     Kontak Gigi Cacing Dan Rol
Rol pada posisi tengah :

Rol pada posisi pinggir :

Saat penyetelan : Rol harus pada posisi tengah
Kemiringan Roda Gigi Rol Terhadap Gigi Cacing

Bagian penggerak aksel

Penggerak Sudut
1. Bagian – bagian poros penggerak aksel


Nama Bagian Bagiab Komponen :

SISTEM PEMINDAH TENAGA

Penggerak Aksel
1. Bagian – Bagian Penggerak Aksel

1. Dudukan poros penggerak
2. Roda gigi pinion ( Drive Pinion )
3. Roda gigi ( Ring gear )
4. Diferensial
5. Poros Aksel
6. Flens Roda
Fungsi :
• Menghasilkan momen putar yang lebih besar
• Merubah arah putaran poros penggerak ( propeler ) ke roda dengan sudut 900
• Menyeimbang putaran kedua roda pada saat membelok
Penggunaan :
Digunakan pada kendaraan dengan motor memanjang
2. Macam – Macam Penggerak Sudut
2.1. Penggerak Roda Gigi Lurus Segaris ( Bevel Gear )

Keuntungan
• Konstruksi sangat sederhana
• Harga mahal
• Gesekan kecil
Kerugian
• Permukaan gigi yang kontak sedikit
• Suara kasar
• Gigi cepat aus
Penggunaan
• Pada kendaraan – kendaraan yang sangat tua sekali ( Produksi akhir 1800 / awal 1900 )
• Saat ini tidak ditemukan lagi
2.3. Penggerak Roda Gigi Hypoid ( Hypoid Bevel Gear )

Keuntungan
• Permukaan gigi yang kontak lebih banyak
• Dapat dibuat konstruksi yang lebih kecil dibanding non hypoid
• Suara lebih halus dibanding lainnya
• Pemindahan tenaga lebih besar
Kerugian
• Diperlukan oli khusus kualitas lebih tinggi
• Harga lebih mahal
• Efisiensi kurang
• Konstruksi lebih rumit
Penggunaan
• Digunakan pada kendaraan produksi tahun 1960 sampai sekarang
• Saat ini masih ada dijumpai pada kendaraan kecil
2.3. Penggerak Roda Gigi Hypoid ( Hypoid Bevel Gear )

Keuntungan
• Permukaan gigi yang kontak lebih banyak
• Dapat dibuat konstruksi yang lebih kecil dibanding non hypoid
• Suara lebih halus dibanding lainnya
• Pemindahan tenaga lebih besar
Kerugian
• Diperlukan oli khusus kualitas lebih tinggi
• Harga labih mahal
• Effisiensi kurang
• Konstruksi lebih rumit
Penggunaan
• Digunakan pada kendaraan produksi tahun 1960 sampai sekarang ( terbaru )


CASIS DAN PEMINDAH TENAGA

1. Bagian-Bagian Utama Sistem Pemindah Tenaga
: Menghubung dan memutus putaran / tenaga motor ke transmisi
  • Transmisi
: Mengatur perbandingan putaran motor dengan poros penggerak aksel sehingga menghasilkan momen puntir yang diinginkan
( propeler Shaft ) : Meneruskan putaran/tenaga dari transmisi ke penggerak aksel dengan sudut yang bervariasi
  • Penggerak Aksel (Gardan)

Þ    Penggerak sudut,  untuk memindahkan arah putaran poros penggerak kearah poros aksel


Þ    Differensial, untuk menyeimbangkan putaran kedua roda pada saat belok
  • Poros Aksel
: Meneruskan putaran dari penggerak aksel ke roda
2. Sistem Penggerak Roda
2.1. Penggerak Roda Belakang
2.1.1. Motor Di Depan

Geometri Roda

Suspensi Aksel Rigrid
Suspensi merupakan bagian kendaraan yang menghubungkan bodi kendaraan dengan roda
Konstruksinya dibuat sedemikian rupa sehingga kendaraan dapat berjalan dengan nyaman dan aman
Untuk itu maka suspensi harus dapat :
  • Mengantar gerakan roda
  • Memungkinkan roda tetap menapak pada jalan
  • Mengabsorsi dan meredam getaran bodi akibat kondisi jalan
  • Meneruskan gaya pengemudian dan pengereman

Sifat – sifat :

Suspensi Independen

Suspensi Independen

Sifat – sifat secara umum :
  • Gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
  • Konstruksi agak rumit
  • Membutuhkan sedikit tempat
  • Jarak roda dan geometri roda berubah saat pemegasan
  • Titik berat kendaraan dapat rendah ( nyaman dan aman )
  • Pegas dapat dikonstruksi lembut ( pegas tidak membantu mengantar gerakan roda
  • Perawatan lebih sulit
Penggunaan :

Pegas Dan Stabilisator

Pegas Dan Stabilisator
Pegas berfungsi untuk menghilangkan getaran karoseri yang ditimbulkan oleh pukulan jalan pada roda
Selain itu juga menjamin roda tetap menapak pada jalan
Pemegasan pada kendaraan dihasilkan oleh : ban, pegas suspensi dan pegas tempat duduk

Massa tak terpegas ( A ), meliputi :

POWER STEERING (Penguat Tenaga)

Penguat Tenaga Kemudi
Fungsi :
Penguat tenaga kemudi adalah peralatan tambahan pada sistem kemudi yang berfungsi untuk meringankan kerja pengemudian
Hal – hal yang mempengaruhi beratnya kemudi adalah :
• Kecepatan rendah ( Contoh : parkir )
• Kesalahan penyetelan geometri roda
• Tekanan ban rendah
• Profil ban ( lebar ban )
• Perbandingan gigi kemudi yang tinggi
• Kerusakan pada sistem pompa
Prinsip Kerja
• Penguat tenaga kemudi bekerja atas dasar tekanan fluida ( fluida yang digunakan biasanya ATF ), Automatic Transmission Fluida
• Tekanan fluida didapatkan dari pompa yang digerakkan oleh motor
• Tekanan fluida diatur oleh katup untuk diarahkan ke silinder sebelah kiri atau
• kanan ( pada saat belok ) atau dikembalikan ke reservoar ( pada saat jalan lurus
Pada posisi jalan lurus :

Balancing roda (dynamic &static)

Apabila roda yang tidak di balance berputar akan menimbulkan getaran dan mempengaruhi kontril kemudi. Roda dan ban biasanya diperiksa apakah balance : sebelum meninggalkan pabrik. Akan tetapi balance roda bisa berubah karena kerusakan atau karena keausan terutama untuk mobil berkecepatan tinggi.
Roda dan ban yang tidak balance disamping membuat kendaraan tidak nyaman juga menimbulkan keausan-keausan tidak normal pada ban (flat spor wear) dan sistem suspensi. Dua efek penting dari keadaan tidak balance adalah wheel Tramp (roda bergetar pada arah vertikal) dan wheel shimmy (getaran pada arah samping)
Ada dua macam balance roda yaitu static balance dan dynamic balance. Sedangkan mesin balance (wheel balancer) ada dua tipe antara lain : Tipe on the car (tanpa melepas roda dari mobil) dan tipe off car (roda dilepas dari mobil).
Static Balance

Pemeliharaan Ban

ban yang berjalan diatas jalan yang beraspal (halus) biasanya mempunyai umur yang lebih panjang daripada yang berjalan diatas jalan yang kasar (jelek). Tetapi keausan yang tidak sama (idak rata) adalah hal yang biasa terjadi pada ban-ban yang dipasang pada mobil.  Ada banyak hal yang dapat dikontrol sebagai tindakan pencegahan; tetapi ada hal-hal lain yang tidak dapat dihindarkan. Bagaimanapun juga, umur ban dapat diperpanjang dengan cara pemeliharaan yang baik.
How?...bagaimana pemeliharaan yang betul?

Ban ( Tyre )

Kendaraan yang menggunakan ban pneumatik diisi dengan
udara bertekanan. Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan
yang berhubungan permukaan jalan. Ban tidak dapat berdiri
sendiri pada kendaraan, akan tetapi harus dipasang pada pelek
supaya dapat dipergunakan.
1) BAN
Ban mempunyai fungsi sebagai berikut :

Evavorator dan Katup Ekspansi

A. Evaporator
Bentuk dan konstruksi evaporator tidak berbeda dari kondensor, tapi fungsi kedua – duanya berlainan.
Pada kondensor panas zat pendingin harus dikeluarkan, agar terjadi perubahan bentuk zat pendingin dari gas ke cair.
Prinsip ini berlaku sebaliknya pada evaporator , zat pendingin cair dari kondensor harus dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator, dengan demikian evaporator harus menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat berlangsung dengan sempurna, pipa – pipa evaporator juga diperluas permukaannya dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan kipas listrik (blower), supaya udara dingin juga dapat dihembus ke dalam ruangan.
Pada rumah evaporator bagian bawah dibuat

Kamis, 26 Mei 2011

CARA KERJA AIR CONDITIONER/AC

Pada percobaan telah dibuktikan, air dan bensin yang diturunkan tekanannya akan lebih cepat menguap.
Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat menguap, dibanding di atas permukaan laut dengan tekanan 1 atmosfir, karena diatas gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 atmosfir.

Apabila jari kita diberi bensin seperti pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari terasa dingin.

KOPLING MAGNET, KONDENSOR DAN FILTER.

A. Kopling magnet
Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli

1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8.  Baterai
Bila sakelar dihubungkan,

A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor clip_image002 Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator. Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT) yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja. Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur oleh sakelar kontrol temperatur. B. Rangkaian pada evaporator Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut : Motor blower dan pengatur putaran Termostat C. Motor blower & pengatur putaran rem1 D. Termostat rem1 clip_image002[6] Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya. Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas. Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama unit kontrol sistem AC. E. Sistem kontrol ( Pengaman ) Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam instalasi sistem AC. Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat pendingin terlalu rendah. Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di hindari. 1. Pengontrol tekanan tinggi 2. Pengontrol tekanan rendah 3. Pengontrol temperatur Pengontrol tekanan tinggi clip_image002[8] Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja. Pengontrol tekanan rendah clip_image002[10] Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas. Pengontrol temperatur Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin. Rangkaian sistem kontrol : clip_image002[12] rem1 F. Rangkaian lengkap clip_image002[14] Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering dipakai 2 atau 1 saja Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet dan kipas kondensor terputus. Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC hidup. Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling magnet pada waktu putaran idle. rem1

A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor
clip_image002


Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator.
Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT) yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja.
Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur oleh sakelar kontrol temperatur.
B. Rangkaian pada evaporator
Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut :
  • Motor blower dan pengatur putaran
  • Termostat

C. Motor blower & pengatur putaran
rem1
D. Termostat
rem1
clip_image002[6]
Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya.
Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas.
Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama unit kontrol sistem AC.
E. Sistem kontrol ( Pengaman )
Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam instalasi sistem AC.
Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat pendingin terlalu rendah.
Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di hindari.
1. Pengontrol tekanan tinggi
2. Pengontrol tekanan rendah
3. Pengontrol temperatur

Pengontrol tekanan tinggi
clip_image002[8]
Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja.

Pengontrol tekanan rendah
clip_image002[10]
Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas.

Pengontrol temperatur
Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.
Rangkaian sistem kontrol :
clip_image002[12]
rem1
F. Rangkaian lengkap
clip_image002[14]
Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering dipakai 2 atau 1 saja
Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet dan kipas kondensor terputus.
Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC hidup.
Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling magnet pada waktu putaran idle.
rem1

VAKUM ADVANSER

Advans Vakum
Pada beban rendah atau mencegah, kecepatan bakar rendah karena tolakan rendah, temperatur rendah, campuran kurus. Oleh karena itu waktu pembakaran menjadi lebih lama, Agar mendapatkan tekanan pembakaran maksimum tetap dekat sesudah TMA, saat pengapian harus dimajukan
Untuk memajukan saat pengapian berdasarkan beban motor digunakan advans vakum

Bagian – bagian
1. Plat dudukan kontak pemutus yang bergerak radial
2. Batang penarik
3. Diafragma
4. Pegas
5. Langkah maksimum
6. Sambungan slang vakum
Cara Kerja Advans Vakum
Advans vakum tidak bekerja
( Pada saat idle dan beban penuh )
- Vakum rendah membran tidak tertarik
- Plat dudukan kontak pemutus masih tetap pada kedudukan semula
- Saat pengapian tetap
Advans vakum bekerja
( Pada beban rendah dan menengah )
- Vakum tinggi, membran tertarik
- Plat dudukan kontak pemutus diputar maju berlawanan arah dengan putaran kam governor
- Saat pengapian semakin di majukan

SISTEM PENGAPIAN

Pengapian Elektronik

Masalah pada Sistem Pengapian Konvensional
Kelemahan utama terdapat pada kontak pemutus.
Pada motor yang mempunyai silinder banyak dan berputar cepat maka frekuensi pemutusan kontak pemutus tinggi.

Perbandingan motor 4 langkah silinder dengan 6 silinder pada putaran motor 5000 rpm.

Lensa Cekung


Lensa cekung adalah lensa yang memiliki bagian tengan lebih tipis dari pada bagian tepinya. Sinar- sinar bias pada lensa ini bersifat memencar (divergen). Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga lensa divergen.

Jenis – jenis lensa cekung :
Cekung rangkap (bikonkaf)
Cekung datar (plan-konkaf)
Cekung cembung (konveks-konkaf)


Sinar – sinar istimewah pada lensa cekung :
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus F1
2. Sinar datang seakan-akan menuju ke titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang melalui pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan.


Rumus – rumus untuk lensa cekung :

1/S + 1/S' = 1/(-f)

Rumus pembesaran
M = (-S')/S
Dimana : S = Jarak benda
S’ = Jarak bayangan
f = Jarak fokus
M = Pembesarn bayangan


Sifat – sifat bayangan lensa cekung :
Maya
Tegak
Diperkecil

Jangka Sorong



Jangka sorong adalah

VOLT METER

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan diantara dua titik pada rangkaian. Voltmeter harus dihibungkan pada 2 titik dan tidak disisipkan kedalam rangkain seperti halnya amperemeter, untuk mengukur tegangan kita perlu memotong kawat rangkaian untuk membuat hubungan keterminal voltmeter, tetapi cukup menggunakan arus kabel yang dihubungkan kedua titik pada rangkain (titik A dan B) dengan kedua terminal voltmeter.
Voltmeter disusun dari sebuah galvanometer dan satu atau lebih resistor seri. Biasanya tegangan skala tinggi pada galvanometer dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang besar sebuah resistor haruslah dipasang secara seri dengan galvanometer dengan demikian, kelebihan tegangan akan diberikan pada resistor seri

Rs = (n-1) R n = V/VG
Ket : Rs = rangkaian resistor seri
R = rangkaian galvanometer
V = tegangan skala penuh voltmeter
VG = tegangan skala penuh galvanometer

Amperemeter

Amperemeter adalah

Rabu, 25 Mei 2011

minyak rem

Cairan Rem adalah jenis cairan hidrolik digunakan dalam rem hidrolik aplikasi dalam mobil , motor , truk ringan , dan beberapa sepeda . It is used to transfer force into pressure. Hal ini digunakan untuk mentransfer daya ke tekanan. It works because liquids are not appreciably compressible - in their natural state the component molecules do not have internal voids and the molecules pack together well, so bulk forces are directly transferred to trying to compress the fluid's chemical bonds. Ia bekerja karena cairan tidak lumayan kompresibel - secara alami molekul komponen tidak memiliki rongga internal dan molekul paket sama dengan baik, sebagian besar pasukan begitu juga langsung ditransfer ke mencoba untuk kompres's kimia obligasi fluida.
Brake fluid is also commonly used in hydraulic clutches . Cairan rem juga umum digunakan dalam cengkeraman hidrolik .
Because oils damage rubber seals and hoses in the braking system, brake fluids are not petroleum-based. Karena segel karet kerusakan minyak dan selang dalam sistem pengereman, cairan rem tidak berbasis minyak bumi. Most brake fluids used today are glycol-ether based, but mineral oil ( Citroën liquide hydraulique minéral LHM ) and silicone ( DOT 5 ) based fluids are also available. Sebagian besar cairan rem digunakan saat ini adalah glikol-eter berbasis, tapi mineral minyak (Liquide Citroën mineral hydraulique LHM ) dan silikon ( DOT 5 ) cairan berbasis juga tersedia. Brake fluids must meet certain requirements as defined by various standards set by organizations such as the SAE , or local government equivalents. Cairan Rem harus memenuhi persyaratan tertentu sebagaimana didefinisikan oleh berbagai standar yang ditetapkan oleh organisasi seperti SAE , atau setara pemerintah daerah. For example, most brake fluid sold in North America is classified by the US Department of Transportation (DOT) under their own ratings such as " DOT 3 " and " DOT 4 ". Sebagai contoh, kebanyakan rem cairan yang dijual di Amerika Utara diklasifikasikan oleh US Department of Transportation (DOT) di bawah peringkat mereka sendiri seperti " DOT 3 "dan" DOT 4 ". Their classifications broadly reflect the concerns addressed by the SAE's specifications, but with local details - Alaska and the Azores have different normal temperature and humidity ranges to consider, for example. klasifikasi mereka secara luas mencerminkan keprihatinan ditangani oleh SAE spesifikasi, tetapi dengan rincian lokal - Alaska dan Azores memiliki temperatur normal yang berbeda dan rentang kelembaban untuk mempertimbangkan, misalnya. Many countries defer explicitly to the SAE specifications, or simply refer to "best practice" which in practice would defer to the SAE. Banyak negara menunda secara eksplisit dengan spesifikasi SAE, atau hanya mengacu pada "praktek terbaik" yang dalam prakteknya akan tunduk kepada SAE.

Contents Isi

[hide]

Memeriksa Minyak Rem



Kekurangan minyak rem dapat mengakibatkan rem tidak bekerja dengan baik
Kekurangan minyak rem dapat mengakibatkan rem tidak bekerja dengan baik. Penyebabnya bisa karena minyak rem memang sudah waktunya diganti atau terjadi kebocoran. Untuk itu Anda perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah jumlah minyak rem pada mobil Anda cukup banyak seperti berikut :
  • Jumlah minyak rem dapat dilihat dengan membuka tutup reservoir dari silinder utama.
  • Permukaan minyak di dalam reservoir tersebut harus berada di antara garis-garis batas yang ada pada dinding reservoir.
  • Periksalah juga keadaan minyak rem , apakah sudah dalam keadaan kotor. Caranya : celupkanlah jari ke dalam minyak rem.
  • Apabila ternyata minyak rem sudah berwarna hitam dan terlihat kotor maka minyak rem sudah perlu diganti.
  • Untuk mengganti minyak rem, sebaiknya hubungilah seorang montir atau pergilah ke bengkel. Jangan lupa bersihkan pula bagian-bagian dari silinder utama dan silinder roda serta saluran-salurannya supaya minyak rem tidak mudah kotor kembali.  

Minggu, 22 Mei 2011

PERSAINGAN TEKNOLOGI HONDA DAN TOYOTA

http://martin1948.blogspot.com/2007_11_01_archive.htmlHONDA dan Toyota, kedua perusahaan mobil ini sering berlomba memperkenalkan teknologi maju, khususnya untuk meramaikan pasar mobil di Indonesia. Kedua merek ini pulalah yang silih berganti menguasai pangsa pasar sejak tahun 70-an.

Mula-mula, Toyota menguasai pasar sedan karena ketangguhan mesin seri K sampai tahun 80-an, kemudian diambil alih Honda dengan sistem FWD (Front Wheel Drive), dan saat ini rasanya Toyota masih unggul dengan twin cam multivalve. Bagaimana upaya Honda merebut kembali pasar sedan dengan mengeluarkan Vtec, hasilnya masih harus ditunggu.

Sabtu, 14 Mei 2011

sedikit tentang APV







Genius Cooling System
        
Sistim pendinginan yang merupakan penyempurnaan Climate control, dengan menerapkan sensor di beberapa tempat sehingga suhu ruangan merata.
Dengan sistim ini aliran udara dingin secara otomatis diarahkan ke tempat-tempat tertentu hingga tercapai suhu yang diinginkan secara merata.

BAHAN BAKAR

Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.
Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit.
Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti

Rasio Kompresi

Mungkin sebagian dari kita dah ngerti cara menghitung rasio kompresi.. Langsung saja..

Dari rumus di wikipedia (tanpa piston volume) :



b = cylinder bore (diameter)
s = piston stroke length
Vc = volume of the combustion chamber (including head gasket). This is the minimum volume of the space into which the fuel and air is compressed, prior to ignition. Because of the complex shape of this space, it usually is measured directly rather than calculated.

Dengan piston Volume
CR=(Vc+(D-PV))/Vc-PV

CR = Compression Ratio
Vc = volume of the combustion chamber (including head gasket).
D = Displacement.
PV = Piston Volume

Kenapa ada piston Volume? Karena jika aplikasi Flat top piston maka gak ada masalah, namun jika masang piston cekung atau cembung (jenong) maka Volume silinder atau displacement tentu berubah karena dikurangi/ ditambahi oleh cekungan dan cembungan piston crown..

Apakah Berat Jenis Itu?

Seperti pengertian massa jenis (density) maka berat jenis (spesific weight) memiliki arti mirip, karena berat jenis y didapat dari  pembagian nilai massa jenis ρ dibagi dengan percepatan gravitasi (g). Atau dituliskan
y = ρ/g
Berat jenis dalam SI bersatuan N/m³.
Untuk air, berat jenisnya bernilai 9,8 N/m³.
Adapun untuk karakteristik bahan, biasanya menggunakan nilai gravitasi khusus (spesific gravity). Saya belum mempunyai padanan terjemahan untuk spesific gravity. Besaran ini adalah besaran yang tanpa satuan dan membandingkan massa jenis bahan dengan massa jenis air.